Jam Session

Aktivitas musikal para musisi yang bermain tanpa aransemen yang telah ditentukan  

Key Signature

Tanda kres (sharp) atau mol (flat)

Larghetto

Tempo yang lambat

M

Simbol untuk jari tengah kanan, medio  

Notasi

Pencatatan titi nada dalam bentuk grafis

Orkestra

Grup musik yang memakai lebih dari satu pemain untuk tiap instrumen  

Partitur

Disebut juga score, lembaran berisi notasi karya musik

Quarter Tone

Jarak antar not yang kurang dari 1 semitone  

Reverb

Piranti untuk membuat nuansa efek gaung

Semitone

Jarak terkecil antar dua not. Dalam tangga mayor ‘mi’ dengan ‘fa’ dan ‘si’ dengan ‘do’

Tranquillo

Tenang , lembut

Unison

Dua not identik yang dibunyikan bersamaan

Vibrato

Perubahan naik turun nada yang tipis namun secara kontinu hingga menimbulkan efek bergetar

Whole tone

Jarak terbesar antar 2 not. Dalam tangga nada mayor merupakan jarak tiap not ke not berikut kecuali ‘mi’ ke ‘fa’ dan ‘si’ ke ‘do’  

Zapateado

Jarak terbesar antar 2 not. Dalam tangga nada mayor merupakan jarak tiap not ke not berikut kecuali ‘mi’ ke ‘fa’ dan ‘si’ ke ‘do’

A

Simbol untuk jari manis kanan, anular

Bar

Jarak antara satu garis birama dengan garis berikutnya

Crescendo

Volume makin keras

Diminuendo

Volume suara makin kecil

Fusion

Salah satu aliran Jazz modern yang merupakan pembauran elemen jazz dan rock

Grazioso

Dengan anggun, elegan

  • Jam Session

    Thursday, 11 September 2014 12:14
  • Key Signature

    Thursday, 11 September 2014 12:28
  • Larghetto

    Thursday, 11 September 2014 12:31
  • M

    Thursday, 11 September 2014 12:36
  • Notasi

    Thursday, 11 September 2014 12:38
  • Orkestra

    Thursday, 11 September 2014 12:42
  • Partitur

    Thursday, 11 September 2014 12:45
  • Quarter Tone

    Thursday, 11 September 2014 19:24
  • Reverb

    Thursday, 11 September 2014 19:33
  • Semitone

    Thursday, 11 September 2014 19:38
  • Tranquillo

    Thursday, 11 September 2014 19:54
  • Unison

    Thursday, 11 September 2014 19:58
  • Vibrato

    Thursday, 11 September 2014 19:59
  • Whole tone

    Thursday, 11 September 2014 20:01
  • Zapateado

    Thursday, 11 September 2014 20:05
  • A

    Thursday, 11 September 2014 20:07
  • Bar

    Thursday, 11 September 2014 20:08
  • Crescendo

    Thursday, 11 September 2014 20:08
  • Diminuendo

    Thursday, 11 September 2014 20:10
  • Fusion

    Thursday, 11 September 2014 20:12
  • Grazioso

    Thursday, 11 September 2014 20:13
  • Desember 2013
    Desember 2013
  • Januari 2014
    Januari 2014
  • Februari 2014
    Februari 2014
  • Maret 2014
    Maret 2014
  • April 2014
    April 2014
  • Mei 2014
    Mei 2014
  • Juni 2014
    Juni 2014
  • Juli 2014
    Juli 2014
  • Agustus 2014
    Agustus 2014
  • September 2014
    September 2014
  • oktober 2014
    oktober 2014
  • JANUARI 2015
    JANUARI 2015
Home Review JK Coustic JD-2400 Power Amplifier

JK Coustic JD-2400 Power Amplifier

JD-2400 berada dalam range produk JD Series dari JK Coustic. Ada beberapa yang tergabung pada seri ini, dan salah satu serinya, yakni JD-5200 sudah di-review terlebih dahulu di beberapa edisi yang lalu. Setelah JD-5200 berhasil menunjukkan kinerja yang baik ketika di-review, maka A-Pro berkesempatan melanjutkan review untuk power amplifier yang satu ini.

Sama seperti tipe lainnya yang berada dalam JD Series, JD-2400 juga merupakan power amplifier kelas H yang menggunakan ring transformer atau power supply model ring. Selain dianggap lebih mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik, transformer model ini juga lebih irit dalam urusan bobot. 

Tampilan kasat mata dari JD-2400 ini bisa dikatakan identik dengan tipe lainnya dalam seri JD. Terlihat cukup berukuran 3 Unit rack space, dengan total bobot 26 Kg. Lay out panel depannya terlihat cukup elegan dan berkelas, dengan 2 buah knob kontrol dan sirkulasi udara di panel kiri dan kanannya. Sedangkan tampak belakangnya, tersusun terminal input dengan colokan XLR serta koneksi untuk ke speaker yang menyediakan model Speakon dan binding post.

JD-2400 ini mampu menyediakan keluaran sebesar 2300 Watt dalam mode bridge mono berimpedansi 4 Ohm, atau 1750 Watt dalam mode yang sama, namun dalam impedansi 8 Ohm. Sedangkan bila dalam mode stereo, JD-2400 ini menyediakan output 2 x 1400 Watt @ 2 Ohm, 2 x 1050 Watt pada 4 Ohm, dan 2 x 600 Watt pada total impedansi 8 Ohm. Melihat dari besaran output yang disediakannya, maka aplikasi JK Coustic JD-2400 ini akan lebih ideal bila dipekerjakan untuk men-drive driver HF (Hi Frequency) ataupun MF (Midrange Frequency).

Test 1.. 2..
Kali ini, kami harus menyediakan sebuah sistem 3-way dengan amplifikasi tri-amp. Dan JD-2400 kami pekerjakan untuk men-drive HF dan MF. Tentu saja kami harus menyisipkan penggunaan LMS diantara keluaran mixer dan input power JD series ini. Sebagai sumber suaranya, kami menggunakan CD player dan mikrofon yang terhubung ke mixer.

Berbagai jenis musik kami pilihkan untuk di-repro oleh sistem ini. Mulai dari musik bergenre rock dengan repro HF yang agresif, hingga musik-musik pop atau jazzy yang seringkali mengedepankan repro vokal yang detail dan natural. Ada juga musik dari genre dance, seperti house dan sejenisnya.
Kesan yang kami dapatkan dari kinerja power JK Coustic JD-2400 ini adalah repro frekuensi tingginya terdengar cukup bagus. Relatif halus dengan detail yang juga cukup baik serta minim distorsi. Ini membuat frekuensi tinggi bisa terdengar cukup nyaman tanpa kesan harsh yang berlebihan. Untuk men-drive driver HF, kami pekerjakan JD-2400 ini dalam impedansi 8 Ohm.

Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi 10 Okt - Nov 2010

 

Panggung
KONSER MUSIK DI JATIM FAIR 2014 DIPADATI OLEH RIBUAN PENGUNJUNG JATIM FAIR 2014 YANG DISELENGGARAKAN DI GRAND CITY SURABAYA SETIAP TAHUNNYA MENJADI PUNCAK ACARA HARI JADI...
DRAMA MUSIKAL SEMAR MENDHEM : SUPORT TOTAL BY I-LINE SOUND SYSTEM PRODUK SOUND SYSTEM KARYA ANAK NEGERI I-LINE AUDIO SEPERTINYA SEMAKIN EKSIS DI PANGGUNG MUSIK NASIONAL. KA...
Current Issue

 

Intermezzo
THE SCRIPT THE SCRIPT   Title : No Sound Without Silence Genre : Pop rock, Alternative Rock, British Rock. Band pop-rock asal Irlandia ...
50 CENT 50 CENT   Title : Anima Ambition Genre : Hip Hop Rapper “bengal” yang kontrofersial ini termasuk salah satu rapper yang...
MAGIC! MAGIC!   Title : Don’t Kill The Magic Genre : Reggae, Pop Rock, Fusion Band pendatang baru asal Toronto Canada ini tiba-...
THE ART OF TREE THE ART OF TREE   Title : The Art of Tree Genre : Jazz, Fusion, Soul, Hip Hop Perkembangan musik urban yang dinamis, membuat Ekki...
GERARD WAY GERARD WAY   Title : Hesistant Alien Genre : Alternative Rock, Post Punk, Brit Pop Setelah band bentukannya My Chemical Rom...
CHASIERO CHASIERO       Title : Retro 2 Genre : Pop Jazz, Fusion Salah satu band jazz legendaries tanah air Chasiero ini, adalah s...
BONITA AND HUS BAND BONITA AND HUS BAND   Bisa jadi mainstream musik masih menjadi acuan band-band dalam menjalankan kariernya. Tapi bukan berarti yang tidak ...
LONDON GRAMMAR LONDON GRAMMAR   Band pendatang baru asal London ini hadir dengan konsep yang tidak tertalu mainstream. Berpatokan pada karakter elec...
PROGRESSIVE-ROCK INDONESIA DALAM KOMPILASI PROGRESSIVE-ROCK INDONESIA DALAM KOMPILASI   Progressive rock mungkin bukan aliran musik yang termasuk mainstream. Akan tetapi aliran musik ini tetap menggeliat ...
DOM PROJECT, DOM PROJECT, Jangan heran jika sebuah musik bergenre rock mampu tampil dengan berbeda di band ini, Dom Project. Karena pentolan band ini a...
YM Redaksi & Iklan

Fajar Arianto

Andree Stroo

Bhagas

Aan

Product's Sound Samples