Big Waves, Big Concert
Sebagai promotor yang termasuk baru main di event pertunjukan live music, Big Daddy Entertainment termasuk promotor yang cukup berani. Menggebrak dengan event live music pertamanya dengan langsung mendatangkan 3 nama band yang memiliki reputasi internasional, yaitu Bad Religion, Yellowcard dan Panic! at the Disco.
Dari Aksi Bad Religion, Yellowcard Hingga Panic! at the Disco
Yang cukup mengejutkan adalah dipilihnya Gelora Bung Karno (GBK) sebagai venue dari konser yang bertajuk Big Waves ini. Untuk sebuah konser musik, GBK termasuk wilayah yang ‘angker’. Venue yang menjadi kebanggaan pesepak bola Indonesia ini memang termasuk jarang, langka dan susah jika digunakan untuk event pertunjukan musik. Dipilihnya untuk sebuah konser rock, memang sebuah terobosan tersendiri. Apalagi konser rock adalah hal yang pertama ditangani. Tidak tanggung-tanggung, untuk mengover event musik semacam ini, Big Daddy malah membeli seperangkat sound system dengan brand Adam Sound yang termasuk memiliki reputasi di dunia pro audio internasional (info liputan sound system ditulis di edisi ini juga, red).
Pilihan 3 band yang tampil di satu panggung ini, seperti mewakili dari 3 generasi yang berbeda. Misalnya Bad Religion, adalah band yang termasuk legendaris di komunitas punk-rock dunia. Band asal Los Angeles ini mewakili generasi era awal tahun ‘90-an. Sedangkan Yellowcard adalah pengusung rock alternatif asal Florida yang eksis di era tahun 2000-an. Sedangkan Panic! at the Disco adalah band pengusung emo yang lahir dan besar di pertengahan tahun 2000-an. Kolaborasi ketiga band yang memiliki basis fans tersendiri ini menjadikan event Big Waves sebagai gebrakan Big Daddy di dunia promotor musik Indonesia.
Aksi Atraktif Walau Beda Generasi
Greg Hetson mengawali pertunjukan band-nya (Bad Religion) dengan intro permainan gitar-nya. Gitaris ini tampil lebih dahulu sebelum personel lainnya. Sebuah intro distorsi gitar yang cukup pas sebagai pembuka lagu, yang lebih menarik lagi Greg Hetson tampil dengan kaus bergambar presiden Soekarno. Bad Religion pun langsung menggebrak penggemar punk dengan lagu-lagu hits-nya seperti Sorrow, Resistance, Punk Rock Song, atau Before You Die. Aksi Bad Religion sebagai band penutup ini disambut dengan gegap gempita para penggemarnya. Penggemar Bad Religion di Jakarta yang menunggu kehadiran idolanya hampir 2 dekade ini, menyambut dengan aksi moshing di area panggung festival. Sebuah bentuk antusias mereka terhadap aksi band idola tersebut yang tampil sangat maksimal dan atraktif di usia mereka yang tidak bisa disebut belia lagi.
Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi 10 Oktober-November 2011
Downtown Walk Festival
Read & Win





