Cover Story: Chua, Ichez & Niza Performa, Sound & Playability

Terbukti, dunia musik ternyata tidak hanya dimiliki oleh kaum Adam. Pada kenyataannya kaum hawa bisa...

Panggung: Konsergasme Linkin Park

Ketika A-Pro diundang pihak promotor untuk melihat sistem tata suara dua hari sebelum konser Linkin...

Review: Roland Juno Gi, Keyboard Workstation

Roland mengenalkan synthesizer seri Juno D (Digital) sejak tahun 2005 terus melakukan pengembangan...

Teknik: Cara Praktis Merekam Bass

Ada banyak cara ketika merekam bass gitar. Salah satunya, kita bisa memfokuskan pada penggunaan DI...

Musisi: "The Fingers" Energi Baru Indro Hardjodikoro

Satu lagi grup band asal Indonesia yang berhasil memukau publik dunia, adalah ‘The Fingers’, band...

  • Cover Story: Chua, Ichez & Niza Performa, Sound & Playability

    Tuesday, 08 November 2011 14:26
  • Panggung: Konsergasme Linkin Park

    Tuesday, 08 November 2011 14:28
  • Review: Roland Juno Gi, Keyboard Workstation

    Tuesday, 08 November 2011 14:29
  • Teknik: Cara Praktis Merekam Bass

    Tuesday, 08 November 2011 14:30
  • Musisi: "The Fingers" Energi Baru Indro Hardjodikoro

    Tuesday, 08 November 2011 14:31
  • April 2013
    April 2013
  • Mei 2013
    Mei 2013
  • Juni 2013
    Juni 2013
  • Juli 2013
    Juli 2013
  • Agustus 2013
    Agustus 2013
  • September 2013
    September 2013
  • Oktober 2013
    Oktober 2013
  • November 2013
    November 2013
  • Desember 2013
    Desember 2013
  • Januari 2014
    Januari 2014
  • Februari 2014
    Februari 2014
  • Maret 2014
    Maret 2014
Home Kunjungan Craz Case & Box Custom

Craz Case & Box Custom

Terinspirasi dari kotak/case keyboard Roland, Imam kemudian mewujudkannya dalam ‘sosok’ case yang berbeda, lebih variatif dan berwarna tanpa pernah meninggalkan unsur  aman sebuah case sebagai wadah peralatan vital.

Hard Case hingga Boks Loudspeaker
Adalah Craz Case, meski namanya kebarat-baratan tapi merek ini 100% lokal. Ada sosok Imam dibelakang keberhasilan Craz Case yang hampir 25 tahun ini menekuni bisnis pembuatan wadah ‘serbaguna’ ini. “Namanya memang kebarat-baratan, tapi sesungguhnya kata craz ini berasal dari kata crazy/gila,” kata Imam tentang asal-usul nama craz. Uniknya nama craz tersebut tidak didapat sendiri, melainkan gitaris Eet Syahrani lah yang memberikan. ”Katanya biar sesuai dengan saya yang gila dan keras...” kata Imam sambil tertawa ditemui di workshopnya di kawasan Kebagusan, Pasar Minggu-Jakarta. 

Modal Nekat
Craz case tidak akan sebesar seperti sekarang jika di tahun 1987 lalu, Imam tidak melakukan tindakan nekat. Saat itu, ia tercatat sebagai kru di sebuah perusahaan rental company terbesar di Indonesia. Imam kembali mengingat sebuah momen dramatis di kehidupannya, ”Saat itu kami sedang tur untuk grup band God Bless,” katanya setelah menyeruput kopi hitam kentalnya. Di tengah perjalanan, tepatnya di pelabuhan Merak tiba-tiba saja lelaki eksentrik ini memutuskan hengkang dari pekerjaannya, “Awalnya saya masih belum memiliki rencana apapun..” komentarnya.

Imam merasakan bahwa dirinya tidak memiliki passion di bidang sound. Namun untungnya di perusahaan sound system itu ia sempat disuruh membuat hardcase, “Pertama lihat case ya..case-nya keyboard Roland Jupiter atau DX7,” kata Imam.

Imam yang pada dasarnya memiliki kemampuan teknik diatas rata-rata pun bereksperimen secara khusus untuk mendapatkan case dengan fungsi sesuai keinginan. “Awalnya saya sempat menggunakan profil rolling door untuk penutup case,” cerita Imam yang memang gemar berinovasi sejak SMP. Namun ternyata profil rollingdoor kurang cocok karena berputar, “Seharusnya tutupnya dapat terbuka 90º,” kata Imam. Bukan Imam namanya jika menyerah. Pria yang menamatkan sekolah malamnya di Surabaya ini kemudian melakukan berbagai percobaan hingga mendapatkan hardcase dengan model tutup sesuai keinginan.

Inovatif
Di awal bisnisnya, Imam sempat keteteran dalam mencari customer. Menurutnya, zaman itu sulit sekali melakukan kerja pemasaran lantaran terbentur fasilitas telekomunikasi yang belum ia miliki. Namun untung, beberapa bulan kemudian ia pun ketiban rejeki membuat case keyboard milik Indra Lesmana, ”Dialah pelanggan pertama saya,” kata Imam yang mengingat bayaran untuk seluruh hardcase yang dikerjakannya sebesar Rp 250.000, “Dan itu mesti bayar dimuka karena saya tidak punya modal,” tambahnya yang mengaku ia menggunakan uang tersebut untuk membeli bor pistol.

Setelah itu, ia dipercaya untuk tidak hanya membuat case alat musik. Indra memesan agar Imam membuatkannya hardcase untuk peralatan komputer serta peralatan pendukung komputer lainnya.

Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi 04 April-Mei 2011

 

Panggung
SPECIAL SOUND FOR SPECIAL EVENT SPECIAL SOUND FOR SPECIAL EVENT Event Jazz terbesar yang diselenggarakan tahunan ini selalu memberikan kejutan. Walaupun artis mancanegara yan...
10 TAHUN JAVA JAZZ FESTIVAL 10 TAHUN JAVA JAZZ FESTIVAL DIAWALI DENGAN PENAMPILAN LIAR DAN ATRAKTIF DARI JAMIE CULLUM DAN DIAKHIRI OLEH NATALIE COLE DENGAN ANGGUN, ME...
Current Issue
Intermezzo
HARMONI KOLABORASI DWIKI DHARMAWAN HARMONI KOLABORASI DWIKI DHARMAWAN Sebagai musisi sekaligus komposer berkelas internasional, tentunya kemampuan bermusik Dwiki Dharmawan tidak perlu diragukan l...
LANGKAH PERDANA LATASHA LANGKAH PERDANA LATASHA Mungkin namanya belum begitu dikenal di panggung musik tanah air, tetapi bisa jadi penyanyi cantik yang masih belia ini mampu...
CINTA INDONESIA DI MATA MUSIKIMIA CINTA INDONESIA DI MATA MUSIKIMIA Banyak cara menyatakan rasa cinta ke tanah air. Bahkan dengan sebuah album, kita bisa menunjukkan kepedulian dan cinta tanah ...
YANG TAK TERPIKIRKAN BAND ABRI YANG TAK TERPIKIRKAN BAND ABRI Namanya boleh sangar. Namun jika menilik kepanjangan dari ABRI yang tak lain Aku Bukan Rocker Idaman, maka hilanglah bayangan...
D’BANDHITS DENGAN NAFAS ROCK YANG “MENGENTAL” D’BANDHITS DENGAN NAFAS ROCK YANG “MENGENTAL” Bagaimana jadinya jika seorang model sekaligus presenter, Darius Sinathrya, bersatu dengan gitaris rock Pupun Dudiyawan (eks ...
BENANG MERAH DAN KEKUATAN JOHN MAYER Sebagai seorang penyanyi, gitaris, songwriter, sekaligus produser, pemilik nama lengkap John Clayton Mayer memiliki kesempata...
PROJECT POP, SWEET SEVENTEEN PROJECT POP, SWEET SEVENTEEN Tidak mudah mempertahankan eksistensi di panggung musik Indonesia. Apalagi jika eksistensi itu menyangkut sebuah band atau gr...
VICTORY, NEXT STEP DARI ANDRA & THE BACKBONE VICTORY, NEXT STEP DARI ANDRA & THE BACKBONE Berawal dari sebuah proyek musik sampingan, siapa yang menyangka akhirrnya menjadi band yang bersinar di awal kemunculannya. ...
SAMSONS DI UJUNG JALAN MENEMUKAN VOKALIS BARU SAMSONS DI UJUNG JALAN MENEMUKAN VOKALIS BARU Setelah album ke-3, SamSons kembali menggeliat dengan merilis single andalan “Di Ujung Jalan”. Selain sebagai hits untuk a...
KEMATANGAN SEORANG JUDIKA KEMATANGAN SEORANG JUDIKA memang sukses melahirkan nama-nama potensial baru di panggung musik Indonesia. Tapi terbukti ajang ini hanya sukses menampilk...
YM Redaksi & Iklan

Fajar Arianto

Andree Stroo

Dini Wirastri

Bhagas

Aan