Diakui atau tidak, Jamrud sempat mengalami degradasi dalam eksistensi perjalanan musikal mereka. Patut diakui juga, band asal Cimahi, Bandung ini adalah satu-satunya band yang penjualan albumnya mampu menembus hitungan jutaan keping. Hit-hit
monumentalnya tidak hanya disukai oleh pencinta rock, bahkan oleh anak-anak sampai seorang SBY. Lirik yang lugas, rock yang mudah dicerna dengan menyisipkan tema komedi, dan terkadang sedikit vulgar, adalah image yang melekat dari band yang dulunya bernama Jamrock ini. Akan tetapi, band besutan Rock Festival ala Log Zhelebour ini justru terkesan “langsung menghilang” di saat popularitas mereka sedang berjaya. Pergantian personil, terutama keluarnya sang vokalis, memang membuat “gigi” band ini tidak setajam dan segahar dahulu. Sepeninggalnya sang vokalis, band ini tetap melangkah. Bahkan mengalami bongkar pasang personil, dan sempat meluncurkan dua buah album. Dan masa degradasi inilah yang dialami band ini, seiring dengan rumitnya peta industri musik yang kurang berpihak pada genre rock.
Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi Mei 2012