Cover Story: Chua, Ichez & Niza Performa, Sound & Playability

Terbukti, dunia musik ternyata tidak hanya dimiliki oleh kaum Adam. Pada kenyataannya kaum hawa bisa...

Panggung: Konsergasme Linkin Park

Ketika A-Pro diundang pihak promotor untuk melihat sistem tata suara dua hari sebelum konser Linkin...

Review: Roland Juno Gi, Keyboard Workstation

Roland mengenalkan synthesizer seri Juno D (Digital) sejak tahun 2005 terus melakukan pengembangan...

Teknik: Cara Praktis Merekam Bass

Ada banyak cara ketika merekam bass gitar. Salah satunya, kita bisa memfokuskan pada penggunaan DI...

Musisi: "The Fingers" Energi Baru Indro Hardjodikoro

Satu lagi grup band asal Indonesia yang berhasil memukau publik dunia, adalah ‘The Fingers’, band...

  • Cover Story: Chua, Ichez & Niza Performa, Sound & Playability

    Tuesday, 08 November 2011 14:26
  • Panggung: Konsergasme Linkin Park

    Tuesday, 08 November 2011 14:28
  • Review: Roland Juno Gi, Keyboard Workstation

    Tuesday, 08 November 2011 14:29
  • Teknik: Cara Praktis Merekam Bass

    Tuesday, 08 November 2011 14:30
  • Musisi: "The Fingers" Energi Baru Indro Hardjodikoro

    Tuesday, 08 November 2011 14:31
  • Jan 2011
    Jan 2011
  • Feb 2011
    Feb 2011
  • Maret 2011
    Maret 2011
  • April 2011
    April 2011
  • Mei 2011
    Mei 2011
  • Juni 2011
    Juni 2011
  • Juli 2011
    Juli 2011
  • Agust 2011
    Agust 2011
  • Sept 2011
    Sept 2011
  • Okt 2011
    Okt 2011
  • EDISI FEBRUARI 2012
    EDISI FEBRUARI 2012
Home Gear Memilih Pickup Gitar Elektrik

Memilih Pickup Gitar Elektrik

Perihal pickup gitar tak pernah habis dibahas. Kenyataanya, gitaris professional biasanaya sudah tak kesulitan menemukan pickup gitar yang paling pas buat mereka.

Bisa jadi karena teknik permainan mereka juga sudah sangat baik, sehingga pickup, gitar, efek, dansegala perangkat yang digunakannya hanya berperan sebagai “kepanjangan tangan & hati” dari si gitaris saja. Lantas bagaimana dengan gitaris pendatang baru yang haus akan pengembangan wawasan seputar pengenalan pernakpernik gitar? Tenang saja, apro akan membantu anda. Memilih pickup gitar jelas bukan urusan mudah. Karena kita tak akan tau bagaimana sound-nya sebelum benar-benar mencobanya. Referensi contoh suara atau fi le video dari youtube hanya bisa sebagai ancang-ancang saja. Karena jelas-jelas gitar yang kita gunakan berbeda dengan gitar mereka yang di youtube. Demikian juga dengan cara main kita. Untuk itulah Apro akan memberikan panduan singkat untuk memilih pickup yang tepat.Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih pickup adalah:

AKTIF ATAU PASIF
Pickup aktif membutuhkan tenaga baterai unutk bisa bekerja. Potensio yang digunakannya juga yang 25 K. Berbeda dengan pickup pasif yang menggunakan 250K atau 500K. Colokan output dari gitarnya juga adalah jack TRS (Tip Ring Sleve) atau biasa dikenal dengan jack stereo, yang sekaligus berfungsi sebagai On/Off buat baterai di dalam gitar.

Tak masalah bila inging mengganti pickup aktif di gitar anda dengan pickup aktif yang lain. Karena perangkat pendukung seperti colokan TRS, potensio 26K dan kompartemen baterai-nya masih bisa berguna. Tapi bila ingin menggantinya dengan pickup pasif, maka kita juga harus mengganti potensionya dengan yang sesuai dan merubah wiringnya.

UNTUK POSISI NECK ATAU BRIDGE
Semua pickup, didesain khusus untuk posisi penggunaannya. Ada pickup untuk neck, middle dan bridge. Hal ini dilakukan karena karakter suara dari si gitar itu memang berbeda. Makin mengarah ke bridge, suara yang dihasilkan makin pelan, dengan karakter yang tajam dan kurang nge-bass. Sehingga pickup untuk posisi bridge ini didesain khusus dengan output yang lebih besar, dan karakter suara bass yang di tambah, dan karakter treble yang dikurangi.

Sumber suara gitar di posisi neck adalah kebalikan dari yang di bridge. Karakter asli dari suara gitar di posisi neck adalah, sangat ngebass, dan cenderung tumpul, atau tidak treble. Jadi pickup untuk posisi ini didesain agar tidak terlalu nge-bass, dan ditambahkan kadar treblenya.

Bayangkan kalau kita salah menempatkannya. Bila pickup bridge di pasang di posisi neck, maka hasilnya akan sangat ngebass, dan sangat tumpul, dengan output yang berlebihan. Akan sulit mendapatikan sound yang tepat dari pickup yang salah pasang ini.

OUTPUT
Biasanya masing-masing pabrikan pickup hanya menyediakan 3 pilihan output saja. Hi, Medium dan Low. Ya, hanya itu! Pickup dengan output paling rendah bisanya akan menghhasilkan sound yang cenderung lebih clean. Makin besar outputnya, maka akan makin mudah dia terdistorsi. Kalau anda adalah gitaris yang suka distortion, maka pilihannya biasanya adalah yang hi output. Kalau anda adalah gitaris blues, atau pop, pilihan yang paling cocok biasanya adalah yang medium atau malah low output.

Bila kita menggunakan lebih dari satu pickup di gitar kita, maka pilihlah yang outputnya sesuai. Yaitu, yang di posisi bridge yang outpunya paling besar, untuk posisi middle yang medium, dan untuk neck yang medium atau low output.

Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi 01 Jan-Feb 2011

 

Review
DIGITECH HARDWIRE VALVE DISTORTION SC-2 DIGITECH HARDWIRE VALVE DISTORTION SC-2 Pedal efek Digitech, telah banyak mengalami perubahan selama kiprahnya di industri pedal gitar. Setelah banyak...
PLANET WAVES O-PORT PLANET WAVES O-PORT Dewasa ini, suguhan musik hidup dengan nuansa akustik kian merebak di berbagai panggung pertunjukan di tanah a...
SHREDDER HERO SHREDDER HERO Shredder merupakan produk instrumen tanah air yang cukup produktif menggelontorkan beragam varian baru gitar m...
Sabian Holy China, Chad Smith Signature Series Sabian Holy China, Chad Smith Signature Series Penggebuk drum Red Hot Chili Peppers (RCHP) bersama Sabian Cymbals ini membuat gebrakan musikal dengan meluncu...
JTS HP535, Headphone Monitor JTS HP535, Headphone Monitor Saat kita melakukan rekaman, baik merekam vokal atau instrumen akustik tentu saja membutuhkan sistem closed mo...
SWR WorkingPro 15, Combo Bass Amp SWR WorkingPro 15, Combo Bass Amp Produk ampli combo SWR WorkingPro 15 ini sepertinya menawarkan kualitas sound yang powerful, dengan punch yang...
Proland DSP-3000, Prosesor Efek untuk Karaoke Proland DSP-3000, Prosesor Efek untuk Karaoke Tak banyak prosesor efek vokal pada sistem karaoke yang menawarkan fitur yang begitu komplet. Selain bisa meny...
Sontronics Delta, Mikrofon Ribbon Instrumen Sontronics Delta, Mikrofon Ribbon Instrumen Delta mikrofon ribbon jenis yang dirancang oleh pabrikan Sontronics sebagai mikrofon close-miking guitar untuk...
BASS YAMAHA BB 424 BASS YAMAHA BB 424 Yamaha adalah brand kuat yang telah lama merajai industri alat musik internasional. Beberapa produknya menjadi...
FALCON EEG-078 FALCON EEG-078 Belum banyak yang bisa diceritakan dari gitar bernama Falcon ini. Umurnya yang masih muda, membuat gitar ini p...
Panggung
SOUND TEMA FUTURISTIK DI MALAM PERGANTIAN TAHUN BARU SOUND TEMA FUTURISTIK DI MALAM PERGANTIAN TAHUN BARU La Piazza sebagai salah satu kompleks kuliner yang terintegrasi dengan mal modern di kawasan Kelapa Gading - ...
KONSERGASME LINKIN PARK KONSERGASME LINKIN PARK Ketika A-Pro diundang pihak promotor untuk melihat sistem tata suara dua hari sebelum konser Linkin Park, kami...
Current Issue
Intermezzo
The Feeling: Together We Were Made The Feeling: Together We Were Made Band yang pernah dinominsaikan di ajang Brits Award ini sepertinya mencoba terus eksis dengan meluncurkan album ketiga ini. B...
Valerius : Self Title Valerius : Self Title asal Amsterdam, Belanda ini memang termasuk pendatang baru di panggung musik dunia. Akan tetapi mereka mulai merambah panggun...
Selena Gomez & The Scene: When The Sun Goes Down Selena Gomez & The Scene: When The Sun Goes Down Selain dikenal sebagai solois, Selena Gomez juga tampil dengan grup-nya The Scene yang berawak Greg Garman (Drum), Joey Cleme...
Drive: Cahaya Terang Drive: Cahaya Terang Banyak band yang sudah identik dengan karakter sang vokalis. Lalu apa jadinya, saat sang vokalis yang sudah kuat karakter-nya...
Adele : 21 Adele : 21 Sejak awal kemunculannya di debut yang bertitel "19" (2008), penyanyi asal North London ini sudah sukses menarik perhatian pa...
Red Hot Chili Peppers: I’m With You Red Hot Chili Peppers: I’m With You Ditinggalkan oleh gitaris John Frusciante yang sudah melekat image-nya di band ini, tidak membuat Red Hot Chili Peppers (RHCP...
Kaiser Chiefs: The Future Is Medieval Kaiser Chiefs: The Future Is Medieval Band asal England ini masih bertahan dengan menampilkan nuansa indie-rock dengan pola bermusik yang rumit dan pilihan sound o...
Black Tide: Post Mortem Black Tide: Post Mortem Band heavy metal yang diawaki anak ABG asal Miami, Florida kembali muncul di album kedua ini dengan energi yang masih sedahsy...
Lenny Kravitz: Black And White America Lenny Kravitz: Black And White America Penyanyi, songwriter, komposer dan musisi multi-instrumentalis ini muncul kembali di album-nya yang ke-9. Kali ini ada peruba...
Incubus: If Not Now When? Incubus: If Not Now When? Band asal California yang sukses menggelar konser di Jakarta sebanyak 2 kali ini, masih mampu mengukuhkan eksistensinya di pa...
YM Redaksi & Iklan

Fajar Arianto

Andree Stroo

Dini Wirastri

Bhagas

Viqi ( AE )

Aan ( AE )